MITOS, LEGENDA, DAN CERITA RAKYAT


MITOS, LEGENDA DAN CERITA RAKYAT




1. MITOS
Mitos atau disebut juga dengan Mite merupakan cerita prosa rakyat yang bercerita. suatu kisah yang mempunyai latar belakang dimasa lampau, berisikan penafsiran mengenai alam semesta dan adanya makhluk di dalamnya, serta dipercaya benar terjadi oleh yang menganutnya atau sang empunya.
Secara umum mitos bercerita tentang kejadian alam semesta, dunia dan para makhluk yang menghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural serta lain sebagainya. Mitos muncul sebagai catatan kejadian sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori atau personifikasi untuk kejadian alam atau juga suatu penjelasan mengenai ritual.

Menurut Kamus Besar Bahasa Imdonesia, cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dahulu, mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa tersebut mengandung arti mendalam yang diungkapkan dengan cara gaib

Ciri-Ciri Mitos

Pada umumnya mitos mempunyai ciri-ciri antara lain sebagai berikut:
  • Distorsif
    Adalah kaitan antara form dan concept yang sifatnya distorsif dan deformatif. Concept mendistorsi Form menjadikan makna pada sistem tingkat pertama bukan lagi merupakan makna yang menunjuk pada fakta yang sebenarnya.
  • Intensional
    Adalah mitos tidak ada begitu juga, mitos sengaja dibuat, dikonstruksikan oleh budaya masyarakat dengan maksud tertentu.
  • Statement of Fact
    Artinya mitos menaturalisasikan pesan menjadikan kita menerimanya sebagai suatu kebenaran yang tidak harus diperdebatkan kembali. Sesuatu yang berada secara alami dalam nalar awam.
  • Motivasional
    Menurut Barthes, bentuk mitos berisikan motivasi. Mitos dibuat dengan melakukan seleksi kepada berbagai kemungkinan konsep yang hendak dipakai menurutu sistem semioting tingkat pertamanya.

CONTOHNYA : JANGAN MEMBELI GARAM DI MALAM HARI

2. LEGENDA
adalah cerita rakyat yang dianggap sebagai peristiwa nyata. Kisah mereka terkait dengan tokoh-tokoh sejarah dan dibumbui dengan keajaiban-keajaiban dan keahlian karakter.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia istilah legenda adalah cerita rakyat kuno yang berkaitan dengan peristiwa sejarah.

Ciri-ciri Legenda adalah sebagai berikut:

  1. Dianggap sebagai peristiwa yang benar-benar terjadi.
  2. Bersifat sekuler atau Keduniawian.
  3. Tokoh legendaris biasanya manusia.
  4. Sejarah kolektif adalah sejarah yang terdistorsi karena berbeda dari kisah yang diambil.
  5. Bersifat pindah atau pindah-pindah.
  6. Bersifat siklus yang diperlihatkan tokoh pada zaman dulu.
CONTOHNYA : LUTUNG KASARUNG


3. CERITA RAKYAT
Cerita rakyat adalah cerita yang berkembang disetiap daerah dan menceritakan asal usul atau legenda yang terjadi disuatu daerah; cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang dalam masyarakat. Cerita rakyat merupakan bagian dari dongeng.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Istilah sastra dari zaman dahulu yang hidup di kalangan rakyat dan diwariskan secara lisan

Ciri-ciri cerita rakyat

  1. Cerita rakyat disampaikan secara lisan
  2. Disampaikan secara turun-temurun
  3. Tidak diketahiu siapa pertama kali membuatnya
  4. Kaya nilai-nilai luhur
  5. Bersifat tradisional
  6. Memiliki banyak versi dan variasi
  7. Mempunyai bentuk-bentuk klise dalam susunan atau cara pengungkapannya.
CONTOHNYA :

LUTUNG KASARUNG
Pada zaman dahulu di Pasundan, berdiri sebuah kerajaan. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja bernama Prabu Tapak Agung.
Prabu Tapak Agung terkenal sebagai raja yang bijaksana dan baik hati, Prabu Tapak Agung hidup bersama dua putrinya, yaitu Purbararang dan Purbasari. Usia Prabu Tapak Agung sudah tua. Prabu Tapak Agung berfirasat umurnya tak akan lama lagi. Ia pun segera mengumpulkan kedua purrinya.
"Usiaku sudah terlalu tua. Saatnya kau menggantikan takhtaku, Purbasari," kata Prabu Tapak Agung kepada putri terakhirnya.
Betapa kecewanya Purbararang. Ia tidak setuju dengan keputusan ayahnya. Ia menganggap, dirinyalah yang paling pantas menggantikan sang raja.
"Aku adalah putri sulung. Seharusnya Ayahanda memilihku sebagai pengganti Ayahanda," gerutu Purbararang.
Namun, keputusan raja sudah tak bisa diganggu gugat. Hal itu membuat Purbararang marah. Saking marahnya, timbullah niat untuk mencelakakan adiknya itu. Ia pun menemui seorang nenek sihir untuk memantrai Purbasari.
"Aku ingin kau membuat adikku menjadi buruk rupa, agar ia tak pantas menjadi pemimpin kerajaan," pinta Purbararang kepada nenek sihir.
“Itu bukan perkara sulit bagiku.” jawab nenek sihir.
Nenek sihir berkomat-kamit mengucapkan mantra. Seketika, Purbasari berubah menjadi buruk rupa. Purbararang merasa sangat senang mengetahui rencana jahatnya berhasil. Suatu malam saat Lutung Kasarung bertapa, tanah di sekitar Lutung Kasarung terbuka. Tiba-tiba, muncul air bersih yang sangat jernih dari tanah. Perlahan, air itu membentuk sebuah sumur yang mengeluarkan aroma sangat harum. Sungguh berbeda dengan sumur biasanya.

Esok paginya, Lutung Kasarung meminta Purbasari untuk mandi di sumur itu. Tanpa curiga, Purbasari menuruti permintaan Lutung Kasarung.
Saat selesai mandi dan becermin, alangkah terkejutnya Purbasari. Olala, ia kembali cantik seperti semula. Purbasari pun merasa sangat gembira.
Di istana, Purbararang hidup bahagia. Suatu hari, ia teringat dengan Purbasari. Ia pun berniat menjenguk adiknya itu di hutan.
"Aku akan menjenguk Purbasari di hutan," ucap Purbararang kepada Patih.
"Bias saya temani, Putri,” patih menawarkan diri.
Purbararang tak keberatan. Ia pergi ke hutan ditemani oleh tunangannya dan patih. Ketika sampai di hutan, Purbararang sempat curiga. Ada sebuah pondok di sana.
Pondok milik siapakah itu?" tanya Pur-bararang.
"Itu pondok Purbasari. Ia tinggal di pondok itu selama di hutan," jelas patih.
Mengetahui hal itu, Purbararang menjadi marah. Rupanya, ia tak tahu bahwa patih telah membuatkan pondok untuk Purbasari. Purbararang pun bergegas masuk ke dalam pondok itu.
Semakin terkejutlah Purbararang saat mendapati Purbasari sudah kembali cantik
Sungguh, Purbararang tak bisa percaya. Karena tak mau dipermalukan, Purbararang mengajak adiknya beradu. Siapa yang Iebih hebat, dialah yang pantas menjadi ratu.
"Aku ingin kita beradu panjang rambut rambut siapa yang Iebih panjang, dialah yang nenang," tantang Purbararang.
Purbasari merasa ragu. Tapi, karena Purbararang terus mendesaknya, akhirnya ia setuju. Olala, ternyata rambut Purbasari Iebih panjang dari rambut Purbararang. Purbasarilah pemenangnya.
Tak mau terima, Purbararang kembali mengajak adiknya beradu kehebatan lain. Selama ini Purbasari berada di hutan. Pasti adiknya itu tidak memiliki tunangan. Purbararang pun meminta beradu tunangan. Tunangan siapa yang paling tampan, dialah pemenangnya.
Tak mau terima, Purbararang kembali mengajak adiknya beradu kehebatan lain. Selama ini Purbasari berada di hutan. Pasti adiknya itu tidak memiliki tunangan. Purbararang pun meminta beradu tunangan. Tunangan siapa yang paling tampan, dialah pemenangnya.
"Ini adalah tunanganku," ucap Purbararang sambil memamerkan tunangannya.
Purbasari tak kehabisan akal. Ia ingat dengan Lutung Kasarung yang selalu baik kepadanya. Purbasari pun menggandeng tangan Lutung Kasarung.
"Jadi, monyet itu tunanganmu?" ejek Purbararang.
Mendengar ejekan kakaknya, Purbasari menjadi sedih. Ia hampir menangis. Lutung Kasarung tak tega melihat itu. Lantas, ia berdoa kepada dewa.
Ajaib! Tiba-tiba, tubuh Lutung Kasarung bersinar terang. Dalam sekejap, Lutung Kasarung berubah wujud. Ia menjadi pangeran yang sangat tampan. Bahkan, lebih tampan dari tunangan Purbararang. Sontak hal itu membuat semua orang yang ada di sana terbelalak. Mau tak mau, Purbararang mengaku kalah.
Akhirnya, Purbasari kembali ke istana dan diangkat menjadi ratu. Ia pun didampingi oleh suaminya yang sangat baik, yaitu Lutung Kasarung.




Sumber:
https://www.seputarpengetahuan.co.id/2020/03/mitos-adalah.html
https://adalah.co.id/legenda
https://kbbi.kata.web.id/cerita-rakyat/



Komentar

Postingan populer dari blog ini

FENOMENA PELANGGARAN PRINSIP PROFESIONAL SEORANG PSIKOLOG

heart bleed.

Matematika dan Ilmu Budaya Dasar